Galeri Semarang News

News detail for : Ganjar Pranowo Buka Peluncuran Buku Sebuah Perjala

July 16, 2018
Ganjar Pranowo Buka Peluncuran Buku Sebuah Perjalanan Budaya


TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, membuka peluncuran buku edisi ketiga Peranakan Tionghoa Indonesia

"Sebuah Perjalanan Budaya" yang diterbitkan oleh Intisari di Semarang Contemporary Art Kota Lama, Jumat (13/7/2018).

Ia mengenakan pakaian batik dalam acara ini.

Dalam sambutannya, Ganjar Pranowo mengungkapkan jika bagi pencinta buku ini merupakan modal untuk tahu, paham, dan mengerti.

"Apa dosa menjadi peranakan? Menjadi Tionghoa? Menjadi Jawa?" ucapnya saat sambutan.

Ganjar mengungkapkan jika manusia tidak bisa memilih saat dilahirkan seperti apa.

"Mari kita Berbhineka Tunggal Ika. Dengan launchingnya buku ini tentu bisa menambah literasi, bisa menambah kita untuk semakin bijaksana," tutur Ganjar Pranowo.

Terlihat beberapa tamu undangan tampak antusias mana kala ada pengumuman kebaya terbaik sebelum pemotongan pita oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Kehangatan dan toleransi tercermin dalam acara ini.

Usai para peserta yang mengenakan pakaian terbaik mendapat hadiah, acara pemotongan pitapun dilakukan.

Kepada Tribunjateng.com, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjelaskan terkait hadirnya buku ini.

"Sejarah yang ada dan pengakuan kawan-kawan penulis mengenai budaya menunjukkan akulturasi terjadi tidak hanya terjadi pada makanan saja.

Namun juga keseharian," tutur Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

"Inilah Bhineka Tunggal Ika. Yang penting tidak rasis, kita menampilkan ini semua adalah kami," jelas Ganjar Pranowo.

Usai melakukan sambutan ia berkeliling di Semarang Contemporary Gallery Kota Lama. Melihat berbagai peninggalan budaya Tionghoa yang bersatu dengan Jawa.

Kebhinekaan tercermin dalam Gallery dengan dua lantai ini.

Nampak beberapa tamu undangan juga mengajak swafoto Ganjar Pranowo.

Saat ditanya mengenai peninggalan Tionghoa yang paling menarik, Ganjar ungkapkan Kebhinekaan.

"Gamelan ini menarik. Gamelan ini beda kalau dibandingkan dengan gamelan Jawa. Kalau diamati lebih teliti, beberapa instrumen gamelan Jawa itu

tidak Jawa. Siternya tidak Jawa namun khas Cina," jelasnya.

Inilah bibit Bhineka Tunggal Ika yang tercermin pada budaya, khususnya alat musik.

"Perkawinan adat budaya dan orang sudah terjadi sejak lama, kita bisa melihat perkawinan artefak itu, sejarah itu sendiri," tutur Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, usai berkeliling di Semarang Contemporary Gallery Kota Lama. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Ganjar Pranowo Buka Peluncuran Buku Sebuah Perjalanan Budaya, http://jateng.tribunnews.com/2018/07/13/ganjar-pranowo-buka-peluncuran-buku-sebuah-perjalanan-budaya?page=2.
Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: Catur waskito Edy

 

Galeri Semarang News Archives : 1  2  3  next »


busby seo challenge