Galeri Semarang News

News detail for : Belasan Perupa Pameran dalam Liber Primus

March 3, 2019
KOTA LAMA - Pameran seni rupa digelar di Semarang Gallery, Kota Lama, pada 2-31 Maret. Tema yang diusung para perupa adalah ''Liber Primus''. Belasan perupa yang berpartisipasi antara lain Aliansyah Caniago, Arin Dwihartanto Sunaryo, Cinanti Astria Johansjah, Eldwin Pradipta, Erika Ernawan, Erwin Windu Pranata, Endira F Julianda, Faisal Habibi, J Ariadhitya Pramuhendra, Muhammad Akbar, Radi Arwinda. Kemudian, Mujahidin Nurrahman, RE Hartanto, Syagini Ratna Wulan, Syaiful Aulia Garibaldi, Wiyoga Muhardanto, Zico Albaiquni. ''Pameran ini dapat dipahami sebagai sebuah arena tempat berkumpulnya ragam individu seniman yang menawarkan variasi pembacaan dan pemahaman,'' kata penulis pameran, Bob Edrian. 

Dia menjelaskan, melalui terbukanya akses pada teknologi internet, muncul pertanyaan apakah karakteristik individu seniman saat ini dapat dikategorisasikan berdasarkan tempat dan wilayah yang sama? Atau justru individu saat ini merupakan tempat lahirnya kategorisasi bagi beragam isu yang dilontarkan ke dunia? ''Kota atau wilayah bukan lagi sesuatu yang berpotensi mempengaruhi individu. Justru sebaliknya, individu yang menjadi pengaruh bagi berkembangnya karakteristik wilayah tertentu. Dalam hal ini, direpresentasikan melalui kompleksitas karya individu seniman,'' ujarnya.


Memancing Perbincangan

Hasilnya, menurut dia, tidak bisa dengan sederhana dimaknai sebagai sebuah pameran yang diikuti oleh seniman- seniman dari wilayah atau kota sama. Karya-karya seni yang ditampilkan merupakan teka-teki. Latar belakangnya pada 2012, terjadi sebuah fenomena yang memancing perbincangan di internet. Seseorang atau kelompok atau mungkin organisasi tertentu menuliskan pesan misterius dalam laman sebuah website berbasis imageboard, 4chan. Dibagikan pada 5 Januari. ''Menggunakan nama Cicada 3301, pesan tersebut diduga merupakan sebuah upaya perekrutan yang dilakukan oleh organisasi misterius,'' ungkap Edrian.

Melalui rangkaian kalimat, gambar, dan rekaman suara yang berkaitan dengan referensi budaya pop, literatur, hingga musik klasik, teka-teki Cicada 3301 menuntut pengetahuan dan kemampuan memecahkan kode-kode tertentu bagi siapapun yang tertarik untuk menelusurinya. ''Sejak pesan terakhir pada 2017, keberadaan Cicada 3301 dan maksud dari teka-tekinya masih menjadi misteri di dunia maya. Teka-teki terakhir pada 2014 berujung pada belum terpecahkannya sebuah buku sastra berbahasa Latin yang berjudul ''Liber Primus.'' Dalam Bahasa Indonesia, Liber Primus diterjemahkan menjadi Buku Pertama. Sebuah catatan ataupun petunjuk yang mengawali rangkaian upaya pencarian. Tentang sesuatu yang memunculkan ketertarikan, keingintahuan, hingga bahkan kejenuhan dan keengganan. ''Memilih tajuk tersebut, pameran ini dalam upaya menganalisis sebuah proyek artistik merupakan salah satu cara untuk membuka rangkaian kompleksitas ragam individu dan kekaryaannya.

Seniman-seniman yang berpartisipasi merupakan individuindividu yang tumbuh dalam lingkup kota yang sama, namun melahirkan gagasan-gagasan yang tidak sepenuhnya terikat pada karakteristik sebuah kota.'' (akv-48)

 

SMCetak Semarang Metro

Sat, 02 Mar 2019 - 01:45 WIB

https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/171615/belasan-perupa-pameran-dalam-liber-primus

 

Galeri Semarang News Archives : 1  2  3  next »


busby seo challenge