Galeri Semarang News

News detail for : Seni Rupa Itu Dibatasi Waktu

May 5, 2015
Pameran Now: Here-There-Everywhere di Galeri Semarang
4 Mei 2015 0:02 WIB Category: Semarang Metro, SmCetak

SEMARANG – Kurator Rifky Effendy menyatakan, karya seni ternyata bisa seperti gaya rambut, gaya pakaian, atau model arsitektur.

Ia juga rapuh terhadap waktu. Bentuk karya seni juga berlaku tren. ”Bentuk-bentuk atau tampak luar karya seni sekarang mungkin tak banyak perbedaan signifikan alias sama saja atau gitu-gitu aja. Walau pasti tentu ada perbedaan-perbedaan.

Dan di situlah mungkin kita bisa mendapatkan nilainilai individual di dalam realita diri seniman,” ujarnya saat pembukaan pameran seni rupa Now:Here-There-Everywhere di Galeri Semarang, Kawasan Kota Lama, Sabtu (2/5) lalu.

Pameran itu menurutnya berupaya untuk menyelami waktu dan konteks ìsekarangî yang termaknai melalui karya-karya para seniman yang merepresentasikan zamannya masing- masing.

Rifky mengungkapkan, dalam praktik seni rupa saat ini, konteks ìsekarangî bisa ditandai dengan beberapa hal yang berkaitan dengan kesadaran para seniman maupun dorongan artistiknya. Para seniman tidak lagi menyendiri merenung dan mencari ide atau bahkan orisinalitas seperti praktik seni modern klasik,

”Mereka kini lebih memaknai kembali berbagai hal yang terberikan, melintas, dan diserap ke dalam dirinya. Batasbatas budaya di wilayah seni rupa pun sudah mencair, juga sekat-sekat di dalam praktek seni rupa yang pudar. Seniman tidak lagi harus menjadi spesialis suatu disiplin seni,” tambahnya.

21 Seniman

Pemilik Galeri Semarang, Chris Darmawan, mengatakan, pameran yang akan berlangsung hingga akhir bulan nanti diikuti 21 seniman. Sebagian besar dari mereka berasal dari Bandung. Sebagian lagi dari Yogyakarta.

”Memang betul, makna sekarang di saat ini berbeda dengan sekarang di masa lalu. Salah satu perupa Dikdik Sayahdikumullah misalnya, dalam pameran ini menampilkan lukisan yang didekati dengan gaya mooi indie yang dikenal di masa kolonial. Dia melukis pemandangan alam saat musim salju di Jepang. Tekniknya dengan media cat minyak di atas kanvas,” terangnya.

Selain karya Dikdik, masih ada beberapa karya lain pada pameran tersebut yang sangat menarik. Yaya Sung misalnya, menampilkan karyanya bertajuk Jalan Kemenangan berupa seri foto yang dicetak di kanvas. Fotofotonya menampilkan sosok masyarakat Tionghoa di Jakarta. (H35-91)

 

Galeri Semarang News Archives : 1  2  3  next »


busby seo challenge