Galeri Semarang News

News detail for : 10 Lukisan Ber(Kisah) Tubuh Karya Agus TBR

April 21, 2016
10 Lukisan Ber(Kisah) Tubuh Karya Agus TBR Dipamerkan di Semarang Gallery

11 April 2016 21:42 WIB Semarang Metro
(Yulianto/ CN40/ SM Network)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com – Eksplorasi kritis tubuh manusia dalam berbagai posisi tertuang dalam setidaknya 10 lukisan karya Agus TBR yang dipamerkan di Semarang Gallery, 9 April-8 Mei 2016. Meski mengusung 10 lukisannya yang dibuat dengan teknis realis, karya pelukis kelahiran Pacitan, Jawa Timur, 3 Agustus 1979 itu menyelipkan kritis yang didapati dari kehidupan sehari-hari.

Sepuluh lukisan itu terbagi dalam tiga tema, yakni sosial (Before and After, Tumpat Pedat #2, dan Unity), politik (We Are What We Are #1 dan #2), dan selebihnya tergolong tema puitik. Seperti tampak dalam lukisannya, berjudul “We Are What We Are #1″ bergambar sekumpulan perempuan tengah memeluk bantal dalam berbagai posisi yang diselipkannya satu perempuan berkulit terang.

Lalu pada lukisannya berjudul “We Are What We Are #2″, seniman bernama lengkap Agus Triyanto Basuki Rahmat itu menampilkan sekumpulan manusia. Baik laki-laki maupun perempuan tengah bergerombol. Namun, sekumpulan manusia itu dilukiskannya dalam berbagai warna kulit. Seperti hitam, putih, dan abu-abu seperti melambangkan pluralitas dan secara bersamaan memandang arah tertentu.

Demikian pula dalam lukisannya yang berjudul “Before and After”, Agus melukiskan seorang perempuan dengan rambut diikat dari belakang, tersamar dengan posisi tengah memegang erat kepalanya. Lebih jauh lagi, dalam empat lukisannya berjudul “Puisi Tubuh #1″, perempuan tengah menunduk ditampilkan dalam berbagai posisi, seperti menelungkup, menyamping, menunduk, dan bersandar.

“Saya kenal Agus TBR sebagai seniman yang sejak awal selalu melukis tubuh manusia dengan berbagai macam eksplorasi. Ada banyak kritik yang terselip dalam lukisan –lukisan Agus. Termasuk seri-seri tubuh terbarunya yang ditampilkan dalam pameran bertajuk “Ber(Kisah) Tubuh” di Semarang Gallery,” terang Chris Dharmawan, pemilik Semarang Gallery, di Semarang, Senin (11/4). Diharapkan, dengan banyaknya pameran lukisan di Gallery Semarang bisa menghidupkan dan meningkatkan wisatwan berkunjung ke kawasan Kota Lama sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Semarang.

Kurator Semarang Gallery Wahyudi menyampaikan, bahwa Agus sebagai pelukis muda generasi 2000-an di medan seni rupa kontemporer Yogyakarta yang begitu intensif dengan pokok perupaan tubuh manusia. “Dengan demikian, lukisan-lukisan itu menjelma sebagai model pernyataan, kalau bukan reaksi atas situasi dan kondisi kontradiktif manusia, tak terkecuali manusia Indonesia,” pungkasnya.

 

Galeri Semarang News Archives : 1  2  3  next »


busby seo challenge